Breaking

PDIP Kritik Sikap Prabowo Saat Kampanye: Cenderung Temperamental

PDIP menyoroti sikap dan gaya kepemimpinan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. PDIP menilai Prabowo cenderung temperamental dengan sering mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak pantas saat kampanye.

"Prabowo memiliki gaya yang emosional dan temperamental. Hal ini terlihat dari bahasa dan orasi politiknya yang dilakukan saat kampanye di sejumlah daerah, gaya Prabowo yang kerap meledak-ledak itu menunjukkan kualitas dirinya." tegas Hasto.



"Kata-kata kasar yang keluar dari Pak Prabowo semakin runtuhkan kredibilitas dan martabat pemimpin. Sikap egonya dan tampilannya, elite sekitarnya yang biasa dengan hoax dan fitnah, justru semakin memperburuk keseluruhan tampilan politik yang seharusnya positif dan penuh hal-hal baik," sambung dia.

Hasto mengatakan sikap temperamental yang kerap ditunjukkan Ketum Partai Gerindra itu sangatlah tidak pantas diperlihatkan oleh seorang calon pemimpin bangsa. Dia lantas menyinggung insiden penonton debat tertawa saat Prabowo berbicara.

"Atas berbagai tampilan gebrakan temperamental Pak Prabowo termasuk larangan bagi penonton yang menertawakan dirinya saat debat yang lalu, harus dilihat sebagai persoalan serius tentang watak dan karakter pemimpin yang berkorelasi langsung dengan peradaban bangsa," ujarnya.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu pun membandingkan dengan sosok sang capres, Joko Widodo (Jokowi). Menurut Hasto, karakter Jokowi sangat bertolak belakang dengan Prabowo yang disebutnya kerap emosional.

"Politik adalah proses berpenghidupan kebangsaan yang seharusnya mengkontestasikan hal-hal baik dan membawa kemajuan peradaban serta kebaikan bagi bangsa dan negara. Pilpres akhirnya menampilkan kontradiksi karakter dasar pemimpin," kata Hasto.

Hasto menilai sudah seharusnya seorang pemimpin berlaku dan bertutur kata lebih bijaksana. Sebab, karakter pemimpin akan ikut menentukan kultur positif dan martabat bangsa.

"Ketika Pak Jokowi tampil sebagai sosok apa adanya, merakyat, visioner, dan selalu bergulat dengan apa pun persoalan rakyat sambil terus kedepankan optimisme, maka hal ini menghasilkan kultur bangsa yang bergerak maju dan mengejar prestasi. Sebaliknya, Pak Prabowo yang emosional dan sering keluarkan kata-kata yang tidak pantas, hadirkan ketakutan, kegelisahan akut, dan pesimisme," pungkasnya.

No comments:

Powered by Blogger.