Breaking

Kebangkitan PKI: Ada peluang atau isu 'omong kosong'?

Demi Menjatuhkan Pemerintah, Isu PKI Selalu di Munculkan
Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, LIPI, Asvi Marwam Adam, menyebut isu kebangkitan PKI 'khayalan' sementara pemuka agama Syafii Maarif menyebut 'isu tak bermartabat.'

Tetapi anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, PKS, Sukamta Mantamiharja, menunjuk sejumlah indikator yang ia katakan merupakan "peluang" munculnya lagi PKI.

Sejumlah pihak lain yang menyebut terjadinya kebangkitan PKI termasuk Kivlan Zein, mantan Kepala Staf Kostrad. Salah satu bukti yang dituding Kivlan - seperti disebutkan dalam sejumlah laporan- adalah seminar di kantor LBH Jakarta yang berakhir ricuh Minggu sampai Senin (18/09) dini hari, dan dituduh membahas PKI.

Kivlan - yang pernah dikenakan tuduhan makar- bahkan menyebut pengikut PKI puluhan juta di Indonesia.

Seminar 'Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/1966' di LBH Jakarta itu terpaksa dihentikan setelah dicegah kepolisian dan sejumlah anggota organisasi masyarakat yang membawa poster 'Anti PKI' dan 'Awas PKI Bangkit'.

Sejarawan LIPI, Asvi Marwan Adam mengatakan organisasi terlarang ini tak mungkin bangkit karena kegiatan terkait apapun akan ditindak polisi.

"(Isu kebangkitan PKI) omong kosong, ideologi komunisme dan marxisme dilarang di Indonesia. PKI dibubarkan sejak 1966 dan tak pernah bangkit lagi. Isu yang disampaikan oleh Kivlan Zein dengan 40 juta anggota itu khayalan saja. Apa lagi bila dikatakan mereka kongres beberapa kali. Kalau ada organisasi terlarang yang melakukan kegiatan tentu sudah ditangkap polisi," kata Asvi kepada BBC Indonesia.

No comments:

Powered by Blogger.