Breaking

Bank Dunia Bantah Kritik Program Pembangunan Jokowi

Bank Dunia Bantah Kritik Program Pembangunan Jokowi
Bank Dunia membantah informasi yang menyebut institusi itu mengkritik program infrastruktur dan anggaran pemerintahan Joko Widodo. Laporan tersebut ternyata dibuat sebelum presiden petahana menjabat.

"Kami ingin memberikan klarifikasi bahwa laporan ini selesai ditulis pada tahun 2014 sebelum Presiden Jokowi dilantik, (dan) bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai keadaan perencanaan dan pembiayaan infrastruktur pada saat itu," jelas pernyataan resmi Bank Dunia.

Dalam laporan berjudul Proses Perencanaan Infrastruktur dan Penganggaran Indonesia, dijelaskan bahwa biaya untuk infrastruktur tidak memberikan hasil yang lebih baik. Turut dibahas kurangnya komunikasi dalam pembahasan anggaran, salah satunya antara Bappenas dan kementerian serta lembaga terkait infrastruktur.

Nama Presiden juga turut disebut dalam laporan itu, tetapi ia disebut sebagai president-elect (presiden yang baru terpilih). Bank Dunia ketika itu menjelaskan pentingnya peran konkret Jokowi dalam koordinasi perencanaan pemerintahan pusat.

Bank Dunia pun menyebut laporan itu sudah tidak relevan karena kondisi saat ini sudah berbeda karena adanya reformasi penting yang dilaksanakan pemerintah.

Lebih lanjut, laporan itu sempat tersebar karena ada kesalahan administrasi. Laporan itu sebetulnya untuk penggunaan internal, namun tak sengaja diunggah di situs Bank Dunia pada Juni 2018.

"Dengan demikian, laporan ini sudah tidak terpakai karena tidak mencakup reformasi yang substansial yang telah dikerjakan sejak laporan ini selesai ditulis hampir lima tahun yang lalu – termasuk beberapa regulasi baru yang penting," tulis Bank Dunia.

Beberapa capaian penting yang dilakukan pemerintahan Indonesia, menurut Bank Dunia, adalah dalam pembangunan infrastruktur dan memahami bermacam peluang yang bisa ditingkatkan secara berkelanjutan.

"Pembangunan infrastruktur merupakan unsur sangat penting untuk kemajuan Indonesia," jelas Bank Dunia.

No comments:

Powered by Blogger.