Breaking

Tol Penghubung Ancol Timur - Pluit Segera di Bangun

Tol Penghubung Ancol Timur - Pluit Segera di Bangun
PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk. akan melakukan groundbreaking proyek jalan tol ruas Ancol Timur-Pluit pada bulan depan.

Direktur Utama Citra Marga Nushapala Persada (CMNP) Tito Sulistio mengatakan ruas tersebut dibangun elevated sebagai bagian dari penambahan ruang lingkup tol ruas Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit. Tahap pertama yang memiliki panjang 2 kilometer (km) diperkirakan rampung Maret 2019.r

“Tol ruas ini sangat penting dan harus segera dilakukan untuk mengurai kemacetan Jakarta,” ujarnya, Sabtu (13/10/2018).

Dalam proyek tol ini, CMNP bekerja sama dengan PT Girder Indonesia dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Selain itu, ketiga perusahaan ini juga bermitra dalam pembangunan North South Link Bandung sepanjang 14,3 km. Proyek ini merupakan bagian penambahan lingkup jalan tol ruas Soreang-Pasir Koja dan diperkirakan kelar pada 2021.

Tito menyebutkan kedua proyek jalan tol di Jakarta dan Bandung memerlukan dana sekitar Rp21,5 triliun.

“Insyaallah dananya sudah ada, CMNP punya cash Rp3 triliun untuk memulai proyek ini. Sisanya, akan kami gali dari sumber lain," terangnya.

Sejumlah bank dari dalam dan luar negeri disebut akan membantu pendanaan. Selain itu, saat ini pihaknya sedang menyiapkan proses sekuritisasi dan diproyeksikan dalam 3-6 bulan ke depan bisa closing funding.

Tito mengapresiasi kinerja pemerintah yang memudahkan swasta ikut berperan 100% dalam investasi proyek infrastruktur.

“Swasta punya fleksibilitas untuk menggali dana dan ini dimungkinkan karena pemerintah telah membuat ekonomi sehat dan kuat, investor lebih gampang masuk,” ucapnya.

Kerja sama proyek ini difasilitasi Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) Center Bappenas yang ditandatangani di sela-sela Annual Meeting IMF-World Bank Group (WBG) 2018, disaksikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

Bambang menegaskan swasta didorong untuk berperan dalam sejumlah proyek yang tidak dibiayai APBN. Selain melalui PINA Center, ada sejumlah proyek non anggaran pemerintah yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (PKBU) maupun kerja sama BUMN.

No comments:

Powered by Blogger.