Breaking

Pengamat Energi Mengatakan Harga BBM Non Subsidi Bisa Turun!

Pengamat Energi Mengatakan Harga BBM Non Subsidi Bisa Turun!
Kenaikan harga minyak mentah dunia membuat Pertamina menaikkan harga BBM Pertamax Cs. Namun setelah dipastikan naik, harga minyak mentah dunia kembali mengalami penurunan. Minyak jenis Brent turun US$ 1,22 menjadi US$ 81,87 per barel.

Lantas, apakah harga Pertamax Cs dapat kembali turun setelah penurunan minyak mentah tersebut?

Pengamat Energi Komaidi Notonegoro mengatakan, Pertamina akan melakukan evaluasi secara bulanan. Menurutnya, jika dalam evaluasi Pertamina harga minyak mentah turun, harga Pertamax Cs bisa turun.

Tapi, dia memberi catatan, supaya bisa turun mesti memperhatikan komponen lain seperti nilai tukar.

"Kalau mereka (Pertamina) evaluasi bulanan. Dalam sebulan turun berapa, nanti kalau turun diturunkan, kalau turun US$ 1 diturunkan dari yang sekarang. Tapi, kombinasi kalau harga minyak turun dolar melemah ya bisa juga nggak turun, karena dikalikan rugi kurs, jadi nggak bisa jadi patokan," jelasnya.

Sejalan dengan itu, Komaidi mengatakan, evaluasi harga mestinya dilakukan secara rutin. Tidak seperti saat ini di mana perubahan harganya terlalu lama. Sehingga, masyarakat dibuat kaget dengan penyesuaian harga tersebut.

Untuk Pertamax di Jakarta misalnya, mengalami perubahan cukup besar, dari Juli sebesar Rp 9.500 per liter menjadi Rp 10.400 per liter di Oktober atau naik Rp 900 per liter.

"Kalaupun naik turun, berkala jangan kaget, kalau ini karena ini ditahan lama naiknya langsung Rp 900 bagi konsumen agak kaget," ujarnya.

Dia bilang, dengan evaluasi yang rutin masyarakat akan terbiasa dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Kalau mau naik dinaikkan, kalau turun diturunkan sehingga konsumen terbiasa naik turun. Kalau ini seolah-olah yang ada naik aja," tutupnya.

No comments:

Powered by Blogger.