Breaking

Warga Distrik Puldama Kini Bisa Nikmati Listrik

Warga Distrik Puldama Kini Bisa Nikmati Listrik


Warga Distrik Puldama, Kabupaten Yahukimo, Papua tinggal di dalam honai tanpa lampu yang menerangi gelapnya malam. Selama ini, sumber cahaya pada malam hari hanya berasal dari perapian yang berada di dapur.

Asap api yang bertujuan untuk menerangi dan menghangatkan warga Puldaman menyebabkan berbagai gangguan pernapasan karena terhirup setiap malam. Anak-anak pun tidak bisa belajar di malam hari akibat kurangnya penerangan di dalam honai.

Tepat tanggal 11 Agustus 2018, menjelang HUT RI ke-73, warga Puldama merdeka dari kegelapan dan gangguan pernapasan yang selama ini mereka alami. Kini mereka merasakan Negara hadir melalui 1.085 paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang mereka terima.

Tahun ini, sebesar Rp600 miliar #UangKita dialokasikan untuk 175.000 unit LTSHE yang menyasar 15 provinsi yang terisolir dan sulit dijangkau dengan jaringan listrik.

Penerima paket LTSHE akan mendapatkan panel surya, 4 lampu LED, kabel/hub, USB charger, dan tiang penyangga menuju Honai mereka masing-masing. Dengan peralatan inilah Honai tempat tinggal mereka kini berisikan cahaya dan mampu menerima aliran listrik.

Pembagian paket LTSHE dilakukan secara bertahap, dikarenakan akses menuju dan keluar distrik yang paling efektif adalah melalui jalur udara dengan pesawat kecil (air strip). Belum ada akses jalan darat yang menghubungkan pusat Kabupaten Yahukimo dengan Distrik Puldama. Hanya ada jalan setapak melalui hutan dan jurang yang ditempuh selama kurang lebih 2 hari berjalan kaki.

#UangKita digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Salah satunya untuk mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dimulai dari penerangan, pemerintah berharap kualitas hidup dan perekonomian masyarakat di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan dapat meningkat.

Dengan rasio elektrifikasi yang meningkat, kini anak-anak Puldama bisa memiliki waktu belajar lebih lama dengan penerangan di malam hari, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan yang lebih baik. Warga pun diharapkan menjadi lebih sehat karena sudah tidak perlu menghirup asap dari api yang menjadi sumber penerangan mereka di malam hari.

No comments:

Powered by Blogger.