Breaking

Syarat Indonesia Mengalami Krisis Ekonomi Ternyata Masih Jauh Dari Kenyataan

Syarat Indonesia Mengalami Krisis Ekonomi Ternyata Masih Jauh Dari Kenyataan


Fluktuasi nilai tukar rupiah belakangan ini patut dicermati. Jika rupiah terus melemah, efek beruntunnya harus diperhatikan oleh para investor dan pengambil kebijakan ekonomi Indonesia. Termasuk masyarakat Indonesia yang bertransaksi dengan rupiah di dalam negeri.

Agar kamu memahami situasi ini dengan kepala dingin, mari kita ikuti penjelasan dari dua pakar ekonomi -politik pada Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri. Ia mengungkapkan bahwa secara umum terdapat istilah economic voting, yakni istilah yang digunakan untuk memilih berdasarkan kebijakan atau hasil ekonomi calon presiden atau calon pemimpin yang dipilih.

Isu ekonomi ini sangat erat kaitannya dengan pendekatan kepada pemilih perempuan, khususnya ibu rumah tangga.

“Risiko krisis di tiap negara pasti ada, namun jika dilihat probabilitas risiko krisis di Indonesia tidak besar” jelas Yose.

Yose menilai selama ini kubu incumbent masih terjebak pada isu mengenai utang dan nilai tukar, padahal isu pertumbuhan ekonomi lebih layak dibahas dalam pertarungan untuk mendapatkan kursi presiden. Ada dua hal yang menurutnya penting, yakni stabilitas harga pangan dan lapangan pekerjaan.

No comments:

Powered by Blogger.