Breaking

Menteri PUPR Jamin Tidak Ada Kenaikan "Terselubung" Tarif Toll

Menteri PUPR Jamin Tidak Ada Kenaikan "Terselubung" Tarif Toll


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengklaim perubahan tarif terkait jalur tol telah dikalkulasi dengan seksama. Ia menjamin tak ada upaya kenaikan tarif tol demi menguntungkan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait. Tidak ada kenaikan tarif terselubung yang akan meningkatkan pendapatan dan memberi keuntungan tambahan BUJT terkait,” tegas dia dalam keterangan resmi, Senin (17/9).

Pemerintah menerapkan kebijakan integrasi transaksi tol menuju transaksi tol menerus atau multi lane free flow (MLFF) yang akan diberlakukan mulai tahun depan.

Kebijakan ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol sebagaimana diubah dengan PP 30 Tahun 2017, dimana jalan tol diisyaratkan memiliki tingkat pelayanan dan kenyamanan tinggi dibanding jalan umum dan dapat melayani arus lalu lintas jarak jauh dengan mobilitas tinggi.

Integrasi transaksi tol akan dilanjutkan, yakni pada ruas Jakarta-Outer Ring Road (JORR) setelah ruas tol Jakarta-Palimanan-Brebes Timur (2016), Jakarta-Tangerang-Merak (2017), Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Tol Semarang seksi ABC (2018).

Integrasi transaksi tol JOOR bertujuan meningkatkan pelayanan dan mendukung sistem logistik nasional agar lebih efisien dan berdaya saing,” tutur Basuki. Ia juga menyebut sosialiasi akan terus dilakukan sebelum diberlakukan paling lambat akhir bulan ini.

No comments:

Powered by Blogger.