Breaking

LPS Ungkap Rahasia Perbankan RI Kuat Dihantam Gejolak Ekonomi Global

LPS Ungkap Rahasia Perbankan RI Kuat Dihantam Gejolak Ekonomi Global


Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Dr Halim Alamsyah menilai situasi ekonomi Indonesia tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan meski nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Halim Alamnsyah berpendapat saat ini fundamental ekonomi Indonesia sangat kuat bahkan berbanding terbalik dengan situasi di tahun 1997 maupun 1998.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pemerintah masih memiliki pilihan kebijakan untuk mengatasi gejolak rupiah. Diantaranya upaya Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga hingga 100 bps terhitung akhir Juni 2018 berhasil menyeimbangkan kondisi rupiah di tengah kondisi global yang tidak stabil. Dengan naiknya suku bunga BI tersebut, nilai tukar rupiah menemukan kondisi keseimbangan baru.

Selain itu, kondisi lemahnya uang rupiah tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perbankan di Indonesia. Kondisi perbankan saat ini sangat siap dalam menghadapi gejolak perekonomian global.

Kondisi tersebut terutama karena perbankan domestik cenderung memberikan kreditnya dalam bentuk rupiah ketimbang valuta asing, khususnya dolar AS. Hal itu tercermin dari kredit perbankan terhadap rupiah yang lebih tinggi dibandingkan terhadap valuta asing yang hanya 14 persen.

Selain itu, lanjut dia, net open position perbankan yang merupakan perbandingan antara aset valas dikurangi dengan liabilitas valasnya, masih cenderung di bawah 20 persen. Artinya, perbankan domestik sudah sangat konservatif dalam memberikan kredit dalam bentuk dolar AS.

Dengan demikian, Halim menilai, gejolak kurs yang terjadi sebagaimana saat ini tidak terlalu memengaruhi kondisi perbankan domestik. Sebab, perbankan domestik lebih mengutamakan pendapatan dalam bentuk rupiah.

No comments:

Powered by Blogger.