Breaking

Jika BI Tidak Intervensi Rupiah Akan Semakin Buruk

Jika BI Tidak Intervensi Rupiah Akan Semakin Buruk

Menanggapi situasi ekonomi global yang tak menentu, Bank Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang hampir sentuh Rp. 15.000 per dolar AS.

Langkah tersebut di antaranya dengan menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 125 basis poin, menjaga likuditas valuta asing serta mekanisme pasar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, dalam acara diskusi di Jakarta menyampaikan, kembali menguatnya Rupiah salah satunya lantaran Bank Indonesia telah menempuh langkah-langkah dalam menstabilkan nilai tukar Rupiah.

Namun demikian, bank sentral tetap tidak ingin menjaga kurs Rupiah pada level tertentu, sebab, Bank Indonesia menganut sistem nilai tukar yang mengambang dan ditetapkan oleh pasar. BI, lanjut Dody, tetap menghendaki kurs Rupiah sesuai fundamentalnya.

“Kita tidak menghendaki depresiasi di luar penghitungan fundamentalnya,” katanya.

Sekadar mengingatkan, pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (14/9/2018) ditutup melemah ke posisi Rp 14.807 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, posisi mata uang garuda pada akhir pekan ini melemah ke posisi Rp 14.835 per dollar AS dari posisi sebelumnya Rp 14.794 per dollar AS.

No comments:

Powered by Blogger.