Breaking

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Di Maluku Lancar



Kebijakan pemerintah pusat untuk terus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di Maluku baik sektor darat, laut maupun udara terutama di kawasan perbatasan berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat.

Hal tersebut diungkapkan langsung Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Maluku, Antonius Sihaloho.

Pembangunan perhubungan darat diimplementasikan melalui Trans Maluku diantaranya pembangunan jalan dari Teluk Bara ke namlea di Kabupaten Buru, kemudian di Kabupaten Seram Bagian Barat yakni jalan dari Wae Sala, Pelita Jaya ke Piru dan Wae Sala ke Pelita Jaya yang sedang dalam perbaikan, dan jalan dari Piru ke Tehoru yang sudah bagus.

Kemudian di Maluku Tenggara Barat (MTB), jalan dari Saumlaki ke Yamdena yang semula tertutup kini sudah tembus, sementara di Maluku Barat Daya (MBD) sudah ada jalan dari Tepa ke Letfurng, Kisar dan langsung ke Iliwaki

Ia juga menyatakan pembangunan bandar udara di daerah tingkat II pun berjalan di Provinsi Maluku berjalan lancar.
Ia menyebut bandara di Maluku Tenggara, Namniwel, dan Tiakur yang sudah dikembangkan, sementara bandara Tepa-Manggerong di MBD sudah masuk tahap perencanaan.

"Pembangunan dan pengembangan bandara-bandara itu bertujuan membuka akses jalur udara dari Kota Ambon ke kabupaten-kabupaten tersebut, selain jalur laut," katanya.
Capaian yang juga perlu dicatat adalah program tol laut yang bertujuan membantu masyarakat di kawasan selatan, terutama dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Menurut Antonius, Tol Laut sangat membantu menurunkan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat di daerah terpencil.

"Memang belum semua ada penyamaan harga, tetapi setidaknya cukup membantu penyediaan kebutuhan pokok," pungkas dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan Provinsi Maluku merupakan salah satu provinsi kepulauan yang memiliki tantangan khusus yang berbeda dibandingkan dengan provinsi lain. Meskipun merupakan kepulauan, sebagian besar wilayah Maluku adalah daratan.

Tantangan utama yang pang pasti dihadapi adalah soal konektivitas, baik konektivitas yang menghubungkan antar wilayah dalam satu pulau maupun konektivitas dari satu pulau ke pulau yang lain. Maupun konektivitas antar Makuku dengan provinsi yang lain di Tanah Air

Jokowi meminta jajarannya fokus menyelesaikan masalah konektivitas tersebut dengan percepatan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan, sampai dengan bandara. Jokowi yakin dengan semakin tersambungnya antar wilayah di provinsi Maluku, mobilitas barang dan orang akan semakin mudah. Biaya logistik pun akan menurun.

No comments:

Powered by Blogger.