Breaking

Jokowi : Jangan Sampai Saat Investasi Masuk Ada Yang Mengganggu Kita Diam



Presiden Joko Widodo mengingatkan perwira TNI/Polri untuk terus menjaga stabilitas keamanan seluruh wilayah di Indonesia. Sebab itu merupakan kunci masuknya investasi.
"Tidak mungkin investasi datang ke sebuah negara apabila negara itu tidak stabil secara politik dan tidak aman. Investasi datang ke sebuah negara, pasti yang dilihat terlebih dahulu stabilitas politik dan keamanannya," ujar Jokowi pada pidatonya di acara silaturahmi bersama 243 orang Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggu (Sespimti) Polri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/8/2018).
"(Perwira TNI/Polri) yang bertugas di daerah mengetahui dan ikut mengamankan yang namanya investasi. Jangan sampai justru saat ada yang investasi di daerah, lalu ada yang mengganggu dan itu kita diam. Ini keliru besar kita," lanjut dia.
Selain itu, investasi juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, segenap unsur negara harus mengawal investasi di Indonesia.

"Investasi itu berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi negara kita. Investasi itu juga berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja yang dibutuhkan oleh rakyat. Investasi ini sangat penting ya," lanjut Jokowi.
Stabilitas keamanan, menurut Presiden Jokowi, memang harus diupayakan terus menerus. Sebab Indonesia merupakan negara yang majemuk. Ada 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal di Indonesia. Agama dan adat budaya pun berbeda-beda pula.
"Tapi, ya kalau tidak bisa dikelola, ya bisa menjadi ancaman," ujar Jokowi.
Dalam acara silaturahim tersebut, hadir pula Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

No comments:

Powered by Blogger.